Lapagala.com, SIDRAP — Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia (IPMI) Sidrap Cabang Maritengngae menggelar kegiatan Dialog Kebudayaan & Resopa Mallomo Fest di Taman Usman Isa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (27/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kebudayaan yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Sidrap dari perspektif pemikiran Nene Mallomo.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, tokoh budaya, mahasiswa, serta masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Bupati Sidrap menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa IPMI Sidrap Cabang Maritengngae yang dinilai berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan nilai budaya daerah.
“Dialog Kebudayaan & Resopa Mallomo Fest ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan strategis dalam merawat nilai-nilai kearifan lokal Sidenreng Rappang, khususnya ajaran Nene Mallomo. Pemerintah Kabupaten Sidrap mendukung penuh kegiatan-kegiatan kebudayaan yang melibatkan generasi muda,” ujar Syaharuddin Alrif.
Ia menegaskan bahwa di tengah arus modernisasi, ruang dialog kebudayaan menjadi penting agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budaya dan identitas daerahnya.
Ketua Umum IPMI Sidrap Cabang Maritengngae, Rudi, menyampaikan bahwa kegiatan ini diinisiasi sebagai ruang belajar bersama antara mahasiswa, tokoh budaya, dan masyarakat untuk merefleksikan kembali nilai Resopa dalam kehidupan sosial saat ini.
“Melalui dialog kebudayaan ini, kami ingin menghadirkan ruang refleksi agar nilai-nilai lokal tidak hanya dikenang, tetapi juga dipahami dan dihidupkan kembali dalam praktik kehidupan sehari-hari,” kata Rudi.
Sementara itu, Ketua Umum IPMI Sidrap Pusat Makassar, Fadhly Surya Ardi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai bahwa IPMI Sidrap Cabang Maritengngae berhasil menghadirkan kegiatan yang menggabungkan dialog intelektual dan ekspresi budaya.
“Gerakan mahasiswa tidak hanya berbicara soal akademik dan organisasi, tetapi juga tentang keberpihakan terhadap budaya dan identitas daerah. Kegiatan ini menunjukkan peran strategis mahasiswa dalam menjaga warisan budaya lokal,” ungkap Fadhly.
Dialog kebudayaan ini menghadirkan sejumlah narasumber dan pemerhati budaya, di antaranya Drs. Sukardi Majah, M.Si, Trian Fisman Adisaputra, MM, Samang, SH., M.Kn, dan Musyafir, S.Pd, yang membahas relevansi nilai Resopa Mallomo dalam konteks kehidupan masyarakat Sidrap masa kini.
Selain dialog, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni dan budaya, seperti pertunjukan dari Sanggar Seni Pajoge Andino, musik oleh 4 Sekawan, serta atraksi budaya dari Grup Padendang Assipurennuang, yang menambah semarak suasana festival.
Melalui kegiatan ini, IPMI Sidrap Cabang Maritengngae berharap Dialog Kebudayaan & Resopa Mallomo Fest dapat menjadi agenda berkelanjutan dalam upaya pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal di Kabupaten Sidenreng Rappang.



