LAPAGALA.COM, MAKASSAR — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat, hanya sekitar 1 dari 5 rumah tangga di Sulsel yang memiliki mobil. Data ini menunjukkan bahwa kepemilikan kendaraan roda empat masih belum menjadi hal umum bagi mayoritas masyarakat.

Daerah dengan tingkat kepemilikan mobil tertinggi tercatat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dengan persentase 27,38 persen. Posisi kedua ditempati Kabupaten Wajo sebesar 27,08 persen, disusul Luwu Timur dengan 24,18 persen.

Sementara itu, Kota Makassar sebagai pusat ekonomi Sulsel berada di posisi keempat dengan tingkat kepemilikan mobil 23,16 persen. Angka ini menunjukkan bahwa bahkan di kota metropolitan sekalipun, mobil belum menjadi moda transportasi yang dimiliki mayoritas rumah tangga.

Pada kelompok menengah, kepemilikan mobil berada di kisaran 18–22 persen, seperti di Soppeng, Parepare, Palopo, Bone, dan Maros. Di sisi lain, sejumlah daerah masih berada jauh di bawah angka 15 persen.

Daerah dengan kepemilikan mobil terendah tercatat di Jeneponto sebesar 10,67 persen, disusul Takalar 11,45 persen, dan Kepulauan Selayar 11,62 persen. Artinya, di wilayah-wilayah tersebut, kurang dari dua dari sepuluh rumah tangga memiliki kendaraan roda empat.

Data ini menegaskan bahwa akses terhadap mobil masih sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, infrastruktur, dan karakter wilayah. Di banyak daerah, sepeda motor dan transportasi umum masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.

Lebih dari sekadar angka, statistik ini memberi gambaran tentang ketimpangan kesejahteraan dan akses mobilitas antarwilayah di Sulawesi Selatan, sekaligus menjadi catatan penting bagi perencanaan transportasi dan pembangunan ke depan.