Lapagala.com, PANGKEP – Banjir yang melanda Kabupaten Pangkep sejak dua hari terakhir mulai berangsur surut. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan sejumlah kawasan tergenang, terutama di wilayah perkotaan dan bantaran sungai.

Kepala BPBD Pangkep, Akbar Yunus, mengatakan genangan air mulai masuk ke sejumlah wilayah sejak Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 06.00 Wita akibat intensitas hujan yang tinggi selama hampir dua malam berturut-turut.

“Sekitar pukul enam pagi, air sudah mulai masuk ke beberapa wilayah timur dan tengah kota. Curah hujan memang sangat tinggi selama kurang lebih dua malam,” ujar Akbar, Sabtu (14/2/2026).

Ia menjelaskan, meluapnya air sungai turut memperparah kondisi. Tinggi muka air di Bendung Tabo-Tabo juga sempat berada pada level tinggi.

“Air sungai meluap, dan posisi Bendung Tabo-Tabo berada pada level yang sangat tinggi,” jelasnya.

Namun, sejak subuh hari ini hujan telah berhenti dan cuaca mulai cerah. BPBD berharap kondisi tersebut dapat mempercepat proses surutnya genangan di sejumlah titik.

“Alhamdulillah sejak tadi subuh hujan sudah tidak turun lagi dan cuaca mulai cerah. Kami berharap genangan di beberapa titik yang sudah kami data bisa segera surut dan masyarakat bisa kembali beraktivitas normal,” katanya.

Akbar menyebut hampir seluruh kawasan perkotaan terdampak banjir, termasuk permukiman warga dan fasilitas umum.

“Rumah-rumah tergenang, termasuk rumah saya sendiri. Sarana pendidikan dan fasilitas umum juga terdampak. Hampir merata di wilayah perkotaan,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan sementara, Kecamatan Pangkajene menjadi wilayah terdampak paling luas.

“Untuk Kecamatan Pangkajene, hampir 70 persen kelurahan terdampak. Kemudian di Minasatene, khususnya wilayah Bonto Kio. Laporan juga masuk dari Segeri dan Mandalle yang merupakan wilayah perbatasan,” jelasnya.

BPBD Pangkep mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat posisi air sebelumnya hanya berjarak beberapa sentimeter dari titik meluap.

“Warga di bantaran sungai harus waspada. Siapkan dan amankan barang-barang berharga. Jika kondisi memburuk, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman karena wilayah tersebut berisiko tinggi,” tegas Akbar.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca dan debit air.

Terkait penanganan darurat, Akbar mengatakan hingga saat ini BPBD belum membuka posko bencana maupun dapur umum. Namun, opsi tersebut tetap disiapkan apabila kondisi kembali memburuk.

“Untuk sementara belum dibuka, tapi kami terus memantau perkembangan cuaca. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, kemungkinan malam ini kami akan membuka posko setelah berkoordinasi dengan pimpinan,” ujarnya.

BPBD berharap kondisi cuaca tetap membaik sehingga genangan air segera surut dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.