LAPAGALA.COM, MAKASSAR — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) lanjutan untuk enam Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) di Sulawesi Selatan hingga kini masih diliputi ketidakpastian. Hingga akhir Februari 2026, belum ada jadwal resmi yang ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel.

Ketua DPW PAN Sulsel, Husniah Talenrang, mengakui belum ada titik terang terkait pelaksanaan Musda lanjutan tersebut. Ia disebut masih selektif dalam menyaring figur yang dinilai mampu mengangkat kembali elektabilitas PAN di daerah-daerah dengan perolehan kursi minim atau nihil.

“Belum. Belum ada jadwal Musda lanjutan,” ujar Husniah beberapa waktu lalu.

Musda PAN serentak yang semestinya digelar di 24 kabupaten/kota pada akhir Desember 2025 lalu tidak berjalan sepenuhnya. Enam daerah terpaksa ditunda, masing-masing Pinrang, Sidrap, Palopo, Tana Toraja, Soppeng, dan Barru.

Penundaan tersebut berkaitan dengan rapor merah perolehan kursi PAN di daerah-daerah itu. Di Soppeng, Barru, dan Tana Toraja, PAN tercatat tidak memiliki perwakilan di DPRD kabupaten dalam dua periode pemilihan legislatif terakhir. Kondisi serupa juga dialami Pinrang, di mana perolehan kursi PAN terus menurun hingga hanya menyisakan satu kursi pada periode 2024–2029.

Demisioner Ketua PAN Pinrang, Andi Patoppoi, yang memimpin sejak 2013, menyatakan tidak lagi berminat melanjutkan kepemimpinan dan memilih memberi ruang bagi kader baru.

“Mungkin Ibu Ketua masih mencari figur terbaik karena beliau diberi target tinggi oleh DPP. Saya sendiri sudah cukup, biarkan kader lain yang memimpin Pinrang,” kata Andi Patoppoi, Kamis (26/2/2026).

Selain enam daerah yang Musdanya tertunda, ketidakpastian juga terjadi di empat daerah strategis yang hingga kini belum memiliki ketua DPD definitif, yakni Bone, Makassar, Luwu, dan Wajo.

Meski tim formatur telah dibentuk, mereka mengaku belum menerima instruksi dari DPW PAN Sulsel untuk melakukan musyawarah penentuan ketua.

Salah satu formatur DPD PAN Makassar, Sangkala Saddiko, menyebut hingga kini belum ada arahan resmi.

“Belum ada arahan. Sampai sekarang tidak ada perintah dari DPW untuk kita bermusyawarah antarformatur. Mungkin karena kesibukan Ibu Ketua yang juga menjabat sebagai Bupati Gowa, jadi jadwalnya belum ketemu,” ujar Sangkala.

Adapun formatur di Makassar yakni Irfan Maluserang, Hamzah Hamid, Sangkala Saddiko, dan Natsir Rurung.
Di Bone: Andi Wahyudi, Herman, Nursalam, dan Faisal.
Di Wajo: Andi Merli, Kevin, Andi Gunawan, dan lainnya.
Sementara di Luwu: Hasmuruddin dan Hj. Asni.

Hingga kini, para formatur di sejumlah daerah tersebut masih menunggu keputusan dan arahan lanjutan dari DPW PAN Sulsel terkait kelanjutan Musda dan penetapan kepengurusan definitif.