LAPAGALA.COM, MAKASSAR — Pelaksana Tugas Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Farida Patittingi, menegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) kemahasiswaan yang lebih terarah, sistematis, dan strategis sebagai fondasi menuju kampus yang bermartabat.
Hal tersebut disampaikan Prof Farida saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama dengan pimpinan fakultas, unit, serta perwakilan sivitas akademika di Makassar, Minggu (15/3/2026).
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pengembangan SDM mahasiswa tidak boleh dilakukan secara sporadis, tetapi harus dirancang secara matang dan berkelanjutan agar mampu melahirkan generasi mahasiswa yang berkualitas.
“Sistematis, strategis, harus membangun atau merencanakan pengembangan SDM kemahasiswaan kita yang lebih terarah sampai nanti lahir dan disebut dengan kampus yang bermartabat,” ujarnya.
Prof Farida juga mengakui bahwa dalam proses kepemimpinannya, tidak jarang muncul dinamika komunikasi dan persepsi di tengah berbagai pihak.
Ia menyampaikan, dirinya terkadang merasa dibatasi atau disalahpahami dalam beberapa situasi. Namun, ia memilih menyikapi hal tersebut dengan lapang dada sebagai bagian dari proses kepemimpinan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dinamika tersebut bukan berasal dari rekan-rekan internal UNM, melainkan dari pihak lain yang menurutnya merupakan bagian dari proses komunikasi yang perlu terus diperbaiki.
Dalam kesempatan yang sama, Prof Farida mengingatkan bahwa UNM merupakan bagian dari sistem pendidikan tinggi nasional yang berada di bawah kementerian yang sama dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
“Kita ini satu institusi pendidikan, di bawah kementerian besar, jadi induk kita sama. Seluruh universitas di Indonesia seperti itu,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya baru saja menghadiri undangan Menteri Pendidikan dalam sebuah pertemuan yang digelar di Yogyakarta bersama sejumlah rektor dari berbagai perguruan tinggi.
“Kemarin Pak Menteri mengundang beberapa rektor di Jogja. Saya turut hadir. Beliau meminta kepada seluruh rektor ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Prof Farida turut menyinggung sejumlah isu nasional yang tengah menjadi perhatian publik, termasuk posisi Indonesia dalam inisiatif global seperti World Peace University.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan keputusan pemerintah pusat yang perlu dipahami secara objektif oleh masyarakat.
“Perlu juga saya sampaikan bahwa kebijakan-kebijakan nasional yang hari ini disorot, misalnya posisi Indonesia masuk ke World Peace University, itu adalah sebuah kebijakan yang diambil oleh pemerintah, oleh Presiden,” tegasnya.



