Lapagala.com, Makassar — Sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mengalami kenaikan signifikan pasca Idulfitri 1447 Hijriah. Kenaikan ini dikeluhkan warga karena dinilai cukup memberatkan kebutuhan harian.

Di Pasar Tello, salah satu komoditas yang paling mencolok adalah ayam potong. Harga ayam kini mencapai Rp70.000 per kilogram, jauh di atas harga normal sebelum Lebaran.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh warga. Sriyanti, salah satu pengunjung pasar, mengaku terkejut dengan lonjakan harga yang terjadi.

“Awalnya mau beli ayam, tapi harganya sudah Rp70 ribu per kilo. Akhirnya terpaksa beli ikan, itu pun sekarang Rp20 ribu hanya dapat empat ekor. Biasanya tidak sampai segitu. Jujur memberatkan,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Tak hanya ayam, sejumlah bahan pangan lain juga ikut mengalami kenaikan. Jagung manis yang sebelumnya dijual Rp3.000–Rp4.000 per buah kini naik menjadi Rp5.000 per buah. Sementara sayur bayam yang biasanya Rp2.000–Rp3.000 per ikat kini dijual hingga Rp5.000 per ikat.

Kenaikan harga ini membuat sebagian warga harus menyesuaikan pola belanja mereka. Beberapa memilih beralih ke komoditas yang lebih terjangkau.

Para pedagang menyebut kenaikan harga dipicu oleh pasokan yang belum stabil pasca libur panjang Idulfitri, sementara permintaan masyarakat masih tinggi.

“Barang dari pemasok belum sepenuhnya lancar. Mungkin beberapa hari ke depan baru kembali normal,” kata salah satu pedagang.

Kondisi tersebut menyebabkan harga sejumlah komoditas masih fluktuatif dan berpotensi turun setelah distribusi kembali stabil.

Pemerintah Kota Makassar melalui dinas terkait diharapkan segera melakukan pemantauan serta intervensi jika diperlukan, guna menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat, khususnya kalangan berpenghasilan harian.

Kenaikan harga pasca Idulfitri memang kerap terjadi setiap tahun. Namun, lonjakan yang cukup tinggi pada sejumlah komoditas kali ini membuat warga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah.