MAKASSAR — Kongres II Persatuan Alumni Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (PATSI UMI) berlangsung penuh semangat kebersamaan dan demokrasi di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dan peninjau dari berbagai angkatan, mulai alumni tahun 1978 hingga 2021. Hadir pula jajaran Dewan Pengurus Nasional (DPN) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PATSI UMI dari sejumlah provinsi di Indonesia.

Kongres dibuka secara resmi oleh Dr. Ir. Andi Alifuddin. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga soliditas alumni sebagai kekuatan strategis dalam mendukung kemajuan almamater, profesi, serta pembangunan bangsa.

Setelah pembukaan, agenda kongres dilanjutkan dengan rapat pleno dan pembentukan komisi-komisi pembahasan. Namun, dalam dinamika persidangan, mayoritas peserta mengusulkan penyederhanaan pembahasan melalui pembentukan tim perumus, sehingga sidang dapat langsung memasuki agenda pemilihan formatur.

Usulan tersebut mendapat dukungan luas sebagai bentuk komitmen peserta untuk mempercepat proses pengambilan keputusan organisasi.

Pimpinan sidang, Ir. H. Iskandar Asyad, kemudian menyerahkan palu sidang kepada Panitia Pemilihan (Panli) yang diketuai oleh Ir. H. Muhammad Dahir untuk melaksanakan tahapan pemilihan.

Panli selanjutnya membacakan mekanisme pemilihan dan menetapkan tiga calon yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan pencalonan sesuai ketentuan organisasi.

Proses pemilihan berlangsung tertib, demokratis, dan penuh suasana kekeluargaan. Berdasarkan hasil pemungutan suara, peserta kongres memberikan mandat kepada Dr. Ir. Mahmud La Kaiya untuk memimpin PATSI UMI periode 2026–2030 setelah memperoleh 42 suara dan unggul atas kandidat lainnya.

Terpilihnya Mahmud La Kaiya disambut antusias oleh peserta kongres yang menaruh harapan besar terhadap kemajuan organisasi alumni tersebut.

Dalam pidato perdananya sebagai ketua umum terpilih, Mahmud La Kaiya mengajak seluruh alumni untuk meninggalkan perbedaan pilihan selama proses kongres dan kembali bersatu membangun organisasi.

“PATSI UMI harus menjadi rumah besar bagi seluruh alumni Teknik Sipil UMI lintas generasi, profesi, dan wilayah pengabdian,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk mewujudkan PATSI UMI yang unggul, profesional, diakui secara nasional maupun internasional, serta tetap berlandaskan nilai-nilai Islami.

Melalui semangat kolaborasi dan kebersamaan, PATSI UMI diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi almamater, alumni, mahasiswa, masyarakat, dan bangsa.

Kongres II PATSI UMI ditutup dalam suasana penuh optimisme. Dengan kepemimpinan baru, para peserta berharap organisasi alumni Teknik Sipil UMI semakin solid, berdaya saing, dan mampu menghadirkan program-program yang berdampak luas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Teknik UMI, Prof. Dr. Ir. Maryam Hafram, Prof. Dr. Ir. Hanafi Asad, Ketua Umum PATSI UMI periode sebelumnya Dr. Ir. Hasir Cenne, Dr. Ir. Mas’ud Sar, Ketua IKA Teknik UMI Ir. H. Munir, Ir. Kasim Anies, serta Dr. Ir. Mukhtar Sarkawi dan sejumlah tokoh alumni Teknik Sipil UMI lainnya.

“PATSI Pasti Berdampak” menjadi semangat yang kembali diteguhkan dalam Kongres II sebagai arah perjuangan organisasi untuk empat tahun ke depan.