SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Gerakan Anti Mager yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juli 2026. Program ini diinisiasi sebagai upaya membangun budaya hidup aktif sekaligus menekan pola hidup pasif yang semakin berkembang di kalangan pelajar dan masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Kabupaten Sidrap di Aula SMAN 2 Sidrap, Kecamatan Maritengngae, Kamis (11/6/2026).
Rapat ini menjadi wadah konsolidasi lintas satuan pendidikan guna memastikan seluruh sekolah bergerak secara terpadu dalam menyukseskan program yang masuk dalam agenda strategis Pemerintah Kabupaten Sidrap tersebut.
Turut hadir dalam pertemuan itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Sidrap, Sirajuddin, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Sekretaris PGRI Sidrap, Muslimin, para kepala sekolah, serta pengawas sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.
Dalam arahannya, Nurkanaah menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat bagi generasi muda. Karena itu, keterlibatan aktif seluruh satuan pendidikan dinilai menjadi faktor utama keberhasilan Gerakan Anti Mager.
“Sinergi antara pemerintah, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan harus terus diperkuat. Dengan kebersamaan, setiap program yang dirancang akan lebih mudah mencapai tujuan yang diharapkan,” ujar Nurkanaah.
Ia menjelaskan, Gerakan Anti Mager tidak hanya bertujuan mengajak masyarakat lebih aktif bergerak secara fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter, kedisiplinan, dan produktivitas generasi muda melalui kebiasaan-kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, sekolah diharapkan dapat mengambil peran maksimal mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan agar pesan hidup sehat yang diusung program tersebut dapat tersampaikan secara luas kepada peserta didik dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Sidrap, Siswadi, mengungkapkan bahwa berbagai persiapan teknis telah mulai dibahas bersama panitia. Sejumlah aspek seperti koordinasi pelaksana, kesiapan sarana dan prasarana, hingga dukungan teknis kegiatan terus dimatangkan menjelang pelaksanaan program.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkab Sidrap ingin memastikan Gerakan Anti Mager tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan mampu menjadi gerakan kolektif yang mendorong lahirnya budaya hidup sehat, aktif, dan produktif di lingkungan sekolah maupun masyarakat secara berkelanjutan.

