LAPAGALA.COM, SIDRAP — MTsN 2 Pangsid, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, menggelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi seluruh tenaga pendidik, Kamis–Jumat (7–8 Mei 2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Madrasah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang lebih humanis, tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses belajar mengajar.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidrap, Prof. H. Fitriadi, hadir membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu jawaban atas tantangan moral generasi saat ini.

“Kita ingin murid-murid kita di MTsN 2 Sidrap tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki adab yang tinggi. Cinta kepada Allah, sesama manusia, dan alam harus menjadi pondasi setiap pelajaran,” ujarnya.

Dalam workshop tersebut, para guru diajak memahami cara mengintegrasikan nilai-nilai cinta dan refleksinya ke dalam berbagai mata pelajaran umum, termasuk Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Para peserta juga menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat pesan moral dalam setiap materi ajar. Salah satu contoh yang dibahas yakni mengaitkan sifat cahaya yang merambat lurus dengan nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta workshop, Muh. Faried Wadjedy, mengaku antusias dengan metode pembelajaran tersebut. Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan hati akan membuat proses belajar lebih mudah diterima oleh siswa.

“Dengan mengajar menggunakan hati, materi sesulit apa pun akan lebih mudah diterima oleh siswa,” katanya.

Melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, MTsN 2 Sidrap diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, penuh kasih sayang, serta peduli terhadap lingkungan dan sesama.