LAPAGALA.COM, PAREPARE — Tonrangeng River Side menjadi salah satu ikon wisata ruang publik paling populer di Kota Parepare. Kawasan wisata tepi Sungai Karajae ini kini dikenal sebagai destinasi favorit warga untuk menikmati suasana sore hingga malam hari dengan konsep waterfront yang modern dan terbuka.

Terletak di Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Tonrangeng River Side awalnya dibangun sebagai akses penghubung menuju Rumah Sakit dr. Hasri Ainun Habibie. Namun dalam perkembangannya, kawasan ini bertransformasi menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi dan menjadi salah satu wajah baru pariwisata Kota BJ Habibie.

Setiap sore hingga malam, kawasan ini dipadati pengunjung dari berbagai kalangan. Warga datang untuk bersantai di tepi sungai, menikmati panorama senja, berolahraga ringan di jalur pedestrian, hingga berburu foto dengan latar jembatan dan lampu warna-warni yang menghiasi kawasan.

Daya tarik utama Tonrangeng River Side terletak pada suasana santai dan pemandangan Sungai Karajae yang tenang, terutama saat golden hour menjelang matahari terbenam. Ketika malam tiba, cahaya lampu menjadikan kawasan ini semakin hidup dan menjadi salah satu spot favorit warga Parepare untuk berkumpul.

Namun di balik popularitasnya, sejumlah persoalan juga menjadi perhatian pengunjung. Beberapa fasilitas dilaporkan mulai mengalami penurunan kualitas, seperti lampu penerangan yang tidak berfungsi, area pedestrian yang memerlukan perawatan, serta kebersihan di beberapa titik yang masih perlu ditingkatkan. Pada waktu tertentu, kepadatan pengunjung juga menyebabkan area terasa kurang nyaman, terutama saat akhir pekan dan hari libur.

Meski demikian, Tonrangeng River Side tetap menjadi salah satu ruang publik paling penting di Parepare. Selain sebagai tempat rekreasi, kawasan ini juga menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, khususnya pedagang kaki lima dan pelaku UMKM.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Tonrangeng River Side tetap menjadi bukti bahwa ruang publik yang ditata dengan konsep baik dapat tumbuh menjadi magnet wisata kota yang hidup, inklusif, dan terus berkembang.