MAKASSAR, Lapagala.com – Ikatan Kekerabatan Masyarakat dan Ikatan Sarjana Asal Kabupaten Sidenreng Rappang (IKM-ISA Sidrap) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) VIII di Ballroom Unhas Hotel & Convention, Makassar, Sabtu (20/6/2026).

Mengusung tema “Transformasi Kepemimpinan Menuju IKM-ISA Sidrap yang Berdaya dan Solutif”, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran masyarakat Sidrap di perantauan sekaligus merumuskan arah kepemimpinan yang mampu menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan masyarakat di masa depan.

Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, akademisi, birokrat, pengusaha, serta diaspora Sidrap dari berbagai daerah. Mubes VIII menjadi forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi program kerja, memperkuat silaturahmi, serta menentukan arah kebijakan organisasi untuk periode mendatang.

Ketua Ikatan Sarjana Asal (ISA) Sidrap, Dr. Ir. Mahmud La Kaiya, S.T., M.T., dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga eksistensi organisasi sebagai wadah yang mampu menghimpun potensi sumber daya manusia asal Sidrap.

Menurutnya, IKM-ISA memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi pemikiran dan pengabdian bagi pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia.

“Musyawarah besar ini diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan baru yang mampu memperkuat peran organisasi dalam mendukung kemajuan Kabupaten Sidenreng Rappang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum IKM Sidrap, Prof. Dr. Ir. Alimuddin Unde, M.Si., menyampaikan bahwa IKM-ISA selama ini telah menjadi rumah besar bagi masyarakat Sidrap yang tersebar di berbagai daerah.

Ia mengajak seluruh anggota organisasi untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kolaborasi demi menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Sidrap.

“Nilai-nilai kebersamaan dan semangat gotong royong yang diwariskan para pendahulu harus terus dijaga. Organisasi ini harus menjadi jembatan yang menghubungkan potensi masyarakat Sidrap dengan kebutuhan pembangunan daerah,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musyawarah Besar VIII IKM-ISA Sidrap sebagai wadah strategis untuk mempererat hubungan masyarakat Sidrap di berbagai daerah.

Menurutnya, keberadaan IKM-ISA tidak hanya berfungsi sebagai organisasi kekerabatan, tetapi juga menjadi mitra penting pemerintah daerah dalam memberikan masukan, gagasan, serta dukungan terhadap berbagai program pembangunan.

Syaharuddin Alrif mengajak seluruh diaspora Sidrap untuk terus berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing, baik di bidang pendidikan, ekonomi, pemerintahan, maupun sosial kemasyarakatan.

“Sidrap membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Saya berharap IKM-ISA terus menjadi ruang kolaborasi yang mampu menghimpun potensi besar masyarakat Sidrap untuk kemajuan daerah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidrap terbuka terhadap berbagai masukan dan kerja sama yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat pembangunan daerah.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Yarham Y., S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas konsistensi IKM-ISA Sidrap dalam menjaga silaturahmi dan memperkuat kontribusi masyarakat Sidrap terhadap pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Yarham menegaskan bahwa organisasi kedaerahan memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, keberadaan IKM-ISA tidak hanya mempererat hubungan kekeluargaan warga Sidrap di perantauan, tetapi juga menjadi wadah yang mampu melahirkan gagasan dan kolaborasi untuk kemajuan daerah.

Ia berharap Musyawarah Besar VIII dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang mampu memperkuat organisasi serta meningkatkan partisipasi masyarakat Sidrap dalam berbagai bidang pembangunan.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyambut baik pelaksanaan musyawarah besar ini sebagai ruang konsolidasi, silaturahmi, dan penguatan peran masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah,” katanya.

Yarham juga mengajak seluruh masyarakat Sidrap, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan, untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi, dan berkontribusi sesuai bidang masing-masing demi kemajuan Sulawesi Selatan dan Kabupaten Sidenreng Rappang.

Di akhir sambutannya, Yarham Y., S.STP., M.Si. secara resmi membuka Musyawarah Besar VIII IKM-ISA Sidrap Tahun 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan agenda persidangan organisasi, pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus, penyusunan rekomendasi organisasi, serta pemilihan kepengurusan untuk periode berikutnya.

Dengan mengusung tema “Transformasi Kepemimpinan Menuju IKM-ISA Sidrap yang Berdaya dan Solutif” serta nilai budaya Bugis “Resopa Temmangingngi Namalomo Naletei Pammase Dewata”, Mubes VIII diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan organisasi maupun pembangunan daerah di masa mendatang.